Showing posts with label Makro Fotografi. Show all posts
Showing posts with label Makro Fotografi. Show all posts

Sunday, February 01, 2009

Small Ladybug..

When I visited one of my family member, I found this creature on backyard. Unfortunately, I didn't bring my tripod, so it was difficult to capture using smaller aperture. My hand usually trembles when I shoot. I decided to use fast shutter speed. This meant I couldn't use smaller aperture to capture all details. The DOF was too shallow :(


ISO 200 - 1/160s - F6.3 - 105mm - Nikon AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED

Saturday, January 31, 2009

Grasshopper

I love green color of this grasshopper, texture on its shell, and contrast between its green shell and the color of the flower. I found it in one of pot around my house. Because lack of light, I used my tripod to help me to produce a sharp image.


ISO 200 - 1/100s - F9 - 105mm - Nikon AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED


Wednesday, December 10, 2008

Reflection


Nggak sengaja nemu serangga di mobilnya Novan waktu acara rafting kmaren. Thx juga bwt Maya yang ngasih tahu :P

Tuesday, October 14, 2008

Serangga apakah ini?

Penasaran, ini serangga apa ya? Ada yang bilang LadyBug, tapi kok rasa-rasanya bukan deh. Ada yang tahu?



Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 125
Aperture F/8
Focal length 105mm
Exposure 1/60

Monday, October 13, 2008

Sluurppp...



Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 125
Aperture F/8
Focal length 105mm
Exposure 1/200

Friday, October 10, 2008

Dibalik rumput...



Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 100
Aperture F/11
Focal length 105mm
Exposure 1/60

Thursday, October 09, 2008

Capung...



Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 200
Aperture F/5.6
Focal length 105mm
Exposure 1/50

Wednesday, October 08, 2008

Macro Photography

Inilah alasan utama mengapa aku membeli kamera DSLR. Aku menyukai objek-objek close-up seperti bunga, serangga, dan objek-objek kecil lainnya. Untuk mencari objek-objek tersebut, menurutku nggak terlalu susah. Ada dimana-mana, bahkan di dalam rumah sekalipun.

Setelah memberi kamera berikut dengan lensa kitnya, baru sadar jika ternyata lensa kit tidak bisa digunakan untuk pengambilan gambar secara close-up untuk objek-objek yang berukuran kecil. Lensa 18-135 mm yang merupakan lensa kit dari kamera yang aku beli, nggak banget deh. Jarak fokus minimumnya sekitar 30 cm dari lensa. Dan itu udah maksimal, nggak bisa fokus untuk objek yang lebih dekat.

Akhirnya aku putuskan untuk membeli sebuah lensa makro yang cukup recommended, yaitu AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED. Dengan focal length 105 mm, lensa tersebut memberikan jarak yang cukup untuk mengambil objek-objek kecil seperti serangga. Jarak fokus minimumnya sekitar 31cm atau sekitar 15cm dari ujung lensa (dengan magnification ratio 1:1, artinya pada jarak segitu, ukuran objek pada sensor berukuran sama dengan ukuran objek yang sebenarnya). Lensa ini adalah prime lens. Nggak ada zoomnya, karena memang untuk makro biasanya nggak ada zoomnya. Dan konon secara kualitas, prime lens lebih baik dibandingkan dengan lensa yang bukan prime lens, walaupun mengurangi fleksibilitas.

Tadinya, aku pikir mengambil objek-objek makro itu gampang. Kalo ngeliat foto-foto yang ada di Fotografer.net atau di Flickr bagus-bagus banget, jadi mikirnya gampang aja. Ternyata susahnya setengah mati. Objeknya sih memang banyak dan ada dimana-mana, tapi untuk mendapatkan gambar yang bagus dan benar-benar tajam, mesti benar-benar sabar dan tekun. Dalam tulisan ini, aku ingin sedikit berbagi unek-unek dalam menggunakan lensa makro. Berikut ini adalah beberapa kesulitan yang aku alami:

  1. Untuk objek-objek tidak bergerak seperti bunga, lebih gampang diambil, karena objeknya diam. Untuk objek-objek bergerak seperti serangga, tak segampang yang dikira. Objek yang difoto harus didekati, dan nggak semua serangga bisa didekati dengan mudah. Ada beberapa yang langsung kabur begitu didekati dari jarak sekitar 2 meter.

  2. Untuk mendapatkan pembesaran yang maksimum (magnification ratio 1:1) objek jelas perlu didekati. Semakin dekat, semakin besar kemungkinan objeknya kabur. Terkadang ada momen yang bagus banget, begitu mau mengatur fokus, objeknya sudah menghilang duluan. Dan ini nggak terjadi cuma sekali atau dua kali. Jadi memang mesti benar-benar sabar.

  3. Depth of Field atau DOF (bagian dari objek yang berada dalam fokus). Semakin kecil DOF, maka bagian objek yang fokus semakin kecil. Misalnya mengambil gambar suatu serangga dengan DOF yang kecil, maka yang fokus hanya bagian tertentu saja, misalnya matanya saja, sementara kakinya blur. Karena pada DOF yang kecil, objek yang berbeda 1 mm saja dari fokusnya, akan tergambar blur alias nggak jelas.

  4. Permasalahan dalam DOF ini adalah, semakin besar magnification rationya - semakin dekat dengan objek, DOF nya juga semakin kecil. Untuk memperbesar nilai DOF, bisa menggunakan aperture (bukaan) yang lebih kecil (f-number yang lebih besar) sehingga seluruh objek yang akan diambil tergambar dengan tajam dan tidak blur. Kompensasi dari menggunakan nilai f-number yang lebih besar adalah shutter speed yang digunakan juga harus semakin lambat, agar cahaya yang masuk cukup - kalo nggak hasilnya gelap. Penggunaan shutter speed yang lebih lambat sangat merepotkan, karena semakin besar kemungkinannya terjadi shaking pada saat pengambilan gambar, yang ujung-ujungnya, gambar yang dihasilkan blur dan nggak jelas. Dan bahkan bisa saja gambarnya jelas, tapi fokusnya nggak tepat, karena ketika terjadi shaking, jarak fokus ke objeknya bisa berubah walaupun hanya 1 mm, dan hasilnya bisa fatal.

    Solusi untuk memecahkan masalah shutter speed ini adalah dengan menggunakan flash. Tapi nggak recommended deh kalo pake built-in flash. Dengan jarak sedekat itu, hasilnya malah nggak karu-karuan. Cahaya yang dihasilkan nggak soft, dan objeknya terlalu ter-expose. Yang bener sih katanya pake flash yang didesain khusus untuk Macro Photography, dimana cahaya yang dihasilkan lebih soft, dan flash nya juga nggak cuma satu, tapi ada dua, untuk meminimalkan bayangan pada gambar yang dihasilkan. Sayangnya, harganya mahal, sekitar 8-9 jutaan, mana nggak yakin lagi hasilnya kayak apa, plus cuma bisa dipake untuk macro, untuk kepentingan lain malah mubazir. Solusi lain bisa juga menggunakan flash eksternal yang standar dengan menggunakan tambahan diffuser agar cahayanya lebih soft. Mungkin hasilnya nggak sebagus yang memang didedikasikan untuk makro, tapi melihat foto-foto yang dihasilkan dari penggunaan eksternal flash yang standar, bagus-bagus kok. Walaupun demikian, eksternal flash juga bukan barang murah :(. Aahh.. semoga saja bisa kebeli dalam waktu dekat ini.

  5. Untuk kebanyakan kasus, aku memerlukan tripod agar gambar yang dihasilkan tajam walaupun menggunakan shutter speed yang lambat. Dan ini artinya nggak praktis. Bawa-bawa tripod kan ribet. Berat pula lagi. Masih mending objeknya bisa dapet. Menurutku tripod adalah tool wajib yang mesti dibawa. Ada sebagian orang yang nggak suka pakai tripod untuk mengambil gambar makro. Kurasa, walaupun sudah menggunakan flash, tripod akan tetap diperlukan untuk menjamin kualitas foto hasil jepretannya.

  6. Faktor lain yang cukup menyulitkan menurutku adalah angin. Sebel banget jika sedang ada serangga yang sedang diem diatas daun, tahu-tahu angin berhembus. Walaupun cuma sepoi-sepoi, bisa membuat gambarnya menjadi nggak tajam dan nggak fokus.
Itulah mungkin beberapa faktor yang membuat aku cukup frustasi ketika mengambil objek makro. Belum lagi jika sedang mengambil foto lain dengan lensa lain, tiba-tiba ada objek makro yang menarik. Ribet banget mesti ganti lensa. Begitu lensa sudah diganti, momennya udah hilang. Beruntung lensa yang aku beli, selain untuk makro, lumayan bagus untuk digunakan untuk mengambil foto-foto portrait. Hasilnya tajam dan memuaskan. Bisa digunakan sebagai pelarian ketika sudah frustasi dengan makro.

Monday, October 06, 2008

Wet...

Beberapa objek yang diambil setelah hujan pada pagi hari:

Nikon D80
AF-S VR 70-200mm f/2.8G IF ED
ISO 100
Aperture F/2.8
Focal length 200 mm
Exposure 1/20



Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 100
Aperture F/11
Focal length 105 mm
Exposure 1/20



Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 100
Aperture F/4.8
Focal length 105 mm
Exposure 1/40



Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 100
Aperture F/6.3
Focal length 105 mm
Exposure 1/80



Nikon D80
AF-S VR Micro 105mm f/2.8G IF-ED
ISO 100
Aperture F/4
Focal length 105 mm
Exposure 1/100